Puncak Monas adalah sebuah cawan dengan pucuk lidah api perunggu setinggi 17 meter, diameter 6 meter, berat 14,5 ton yang dilapisi emas seberat 45 kilogram.
Pelataran puncak luasnya 11 x 11 meter persegi. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung dapat menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit.
Monas merupakan proyek Soekarno, Presiden Pertama RI, yang resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975 ini, dibangun setinggi 132 meter. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer.
Tugu Monas terinspirasi Obelisk Mesir Kuno, dan merupakan salah satu dari obelisk-obelisk dunia modern lainnya yang tersebar di berbagai penjuru dunia, selain di Paris, Perancis dan Washington DC, AS.
Pelataran di atas cawan bawah Monas setinggi 17 meter dan seluas 45 x 45 meter persegi. Pelataran ini selalu ramai dikunjungi turis lokal dan mancanegara setiap harinya.
Cawan bawah Monas seluas 80 x 80 meter persegi digunakan sebagai Museum Nasional yang menampilkan diorama sejarah perjuangan Bangsa Indonesia mulai dari zaman kerajaan hingga ke peristiwa G 30 S PKI.
Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.
Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn.
Salah satu koleksi paling unik dan menarik dari Museum Fatahillah adalah meriam Si Jagur yang mempunyai banyak versi cerita baik yang mitos maupun fakta sejarah bangsa Indonesia.
Museum Fatahillah dan Oud Batavia (Batavia Lama / Kota Tua Batavia) merupakan salah satu obyek wisata paling bersejarah di Jakarta yang menaungi puluhan ribu peninggalan Batavia Tempo Doeloe.
Meriam Si Jagur adalah salah satu obyek wisata yang paling banyak difoto oleh para pengunjung Museum Fatahillah, karena merupakan salah satu dari sedikit meriam kuno yang tersisa di Indonesia.
Kita dapat berjalan kaki dan bersepeda di sekeliling Museum Fatahillah karena memang areanya adalah area pedestrian atau area pejalan kaki.